Man In The Middle [Remake]

Film ini bercerita tentang kejahatan dalam dunia IT. Dalam contoh kasus ini, kejahatan yang dimaksud adalah peretasan jaringan komunikasi antara dua user atau disebut juga serangan Man In the Middle.

Penjelasan 

Serangan Man In The Middle adalah sebuah jaringan koneksi baru yang dibuat oleh peretas untuk dapat menyampaikan/menyalurkan kembali pesan data antara para korban. Dan membuat para korban percaya bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan orang yang dituju dalam sebuah private connection. Dimana seluruh percakapan para korban telah di kontrol penuh oleh peretas / attacker. Si Attacker atau peretas sangat mampu untuk memotong percakapan antara kedua korban, dan kemudian menyisipkan pesan baru secara langsung.

Attacker akan berusaha menirukan / berkedok sebagai salah satu korban sehingga korban yang lainnya akan merasa percaya bahwa mereka sedang berkomunikasi satu sama lain.

Sinopsis

Pada suatu hari terjadi percakapan antara Galang dan Anjar melalui pesan elektronik atau email. Ketika percakapan sedang berlangsung, Attacker (cracker) menyusup di tengah-tengah percakapan kedua orang tersebut. Attacker mengalihkan jaringan komunikasi kedua belah pihak, sehingga setiap percakapan pada masing-masing pengirim pesan akan diterima atau melalui si Attacker terlebih dahulu. Tujuan utama si Attacker adalah mendapatkan suatu informasi dari kedua orang yang sedang melakukan komunikasi melalui email. Dalam kasus ini, attacker berniat mencuri informasi berupa data rahasia proyek dari salah satu pengirim pesan email. Setelah Attacker berhasil mendapatkan informasi, Attacker memalsukan pesan dengan berpura-pura sebagai Galang. Galang tidak akan mendapatkan pesan dari Anjar karena pesan yang dikirim oleh Anjar telah di ambil alih oleh Attacker. Attacker leluasa memanipulasi pesan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkannya. Kemudian Attacker mengirim pesan palsu tersebut ke Anjar. Di sisi Anjar, pesan tersebut terlihat ‘identik’ dengan pesan yang pernah dikirimkan oleh Galang dan tidak mengetahui bahwa pesan tersebut adalah pesan palsu. Anjar mempercayai bahwa pesan tersebut benar dikirimkan oleh Galang. Melihat hal tersebut, Anjar mengirimkan data rahasia proyek sesuai dengan permintaan pesan palsu. Setelah itu Anjar mengirim pesan kembali sebagai konfirmasi kepada Galang. Mengetahui bahwa pengiriman telah berhasil, Attacker memastikan peretasan tersebut dengan menggunakan media handphone sebagai media notifikasi bahwa data telah berhasil dicuri oleh attacker.

Kesimpulan :

Film ini masih memiliki banyak kekurangan antara lain alur cerita dan istilah yang kurang dapat dipahami bagi orang awam, akting yang kurang tepat, teknik pengambilan gambar yang kurang menarik dan masih banyak lagi.

Penanggulangan :

Berhati-hatilah dalam melakukan kegiatan komunikasi menggunakan teknologi IT. Cara agar tetap aman dari serangan Man In The Middle adalah tetap meng-update Sistem Operasi dan Antivirus, Mengganti password secara berkala, dan waspadalah ketika sedang mengakses internet di tempat umum.

Kutipan :

Setebal apapun keamanan jaringan yang dimiliki, akan terus dapat diretas oleh para cracker / peretas. Sehebat apapun peretas, akan membutuhkan waktu yang lama untuk dapat meretas sebuah sistem – Anjar Untoro .

Semoga terhibur dan bermanfaat🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s