Teknologi Video Call

Sejarah Awal Video Call

Sekitar dua tahun setelah telepon pertama kali diciptakan oleh Alexander Graham Bell dan dipatenkan di Amerika serikat merupakan konsep awal dari gabungan videophone yang disebut telephonescope. Hal ini juga disebutkan dalam berbagai awal karya-karya fiksi ilmiah seperti Le Vingtième Siecle: La vie electrigue (The 20th Century: The Electrical Hidup) dan karya-karya lain yang ditulis oleh Albert Robida, dan juga membuat sketsa di berbagai kartun oleh George du Maurier sebagai fiksi penemuan Thomas Edision. Salah satu sketsa tersebut diterbitkan pada 9 Desember 1878 di majalah Punch. Diantara fungsi-fungsi lain, videophone memungkinkan pedagang untuk mengirim gambar dagangan mereka kepada pelanggan mereka. Dalam era sebelum munculnya lembaga penyiaran publik, listrik dipandang sebagai perangkat tambahan untuk pesawat telepon, sehingga menciptakan konsep videophone.

Videophone perlahan-lahan masuk ke masyarakat umum setelah 1950, meskipun ‘telepon video’ mungkin memasuki masa setelah ‘video’ diciptakan pada tahun 1935. Sebelum waktu itu tampaknya tidak ada istilah-istilah standar untuk’video telepon’, dengan ekspresi seperti ‘melihat-sound sistem televisi’, ‘visual radio’ dan hampir 20 orang lain yang menggunakannya untuk menggambarkan penggabungan telegraf dan telepon, Televisi dan radioteknologi yang digunakan pada awal percobaan. Satu teknologi pendahulu videophone adalah mesin teleostereograph dikembangkan oleh AT & T Bell Labs pada tahun 1920, yang merupakan pendahulu dari today’s faks ( faksimili ) mesin. Di tahun 1927 AT & T telah menciptakan elektro-mekanis videophone yang beroperasi pada 18 frame per detik dan menempati setengah ruangan yang penuh dengan lemari peralatan.

Seiring dengan perkembangannya, nama videophone sudah tidak dipakai lagi, nama video call menjadi lebih populer setelah telepon menjadi bagian yang tidak perlu terintegrasi secara fisik dalam satu perangkat.

Perkembangan Video Call
Video Call melalui jaringan internet

Awalnya, video call berbentuk fisik seperti monitor komputer yang diintegrasikan dengan telepon kabel, sehingga panggilan maupun komunikasi jarak jauh yang akan dilakukan membutuhkan perangkat yang cukup banyak dan tidak fleksibel.

Seiring dengan perkembangan teknologi, terutama teknologi internet, suara dan gambar yang sering disebut video dapat ditransmisikan melalui jaringan internet, sehingga biaya menjadi lebih murah. Hal inilah yang menjadi konsep, internet dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi secara real time, dua arah dan menyajikan gambar dan suara secara bersamaan. Perangkat yang dibutuhkan pun menjadi semakin lebih praktis. Sekarang, orang tinggal menyambungkan komputer yang memiliki fasilitas video input seperti webcam, video output (monitor), audio input (mikrofon) dan audio output (loudspeaker) dengan jaringan internet atau WAN untuk bisa berkomunikasi secara langsung dan real time, serta bertatap muka meskipun jarak jauh.

Arsitektur dan Komponen

Komunikasi via video call yang dibangun melalui jaringan internet memanfaatkan protokol internet atau IP. Selain itu, video call dapat pula diatur agar komunikasi hanya terjadi pada jaringan lokal tanpa menghubungkannya dengan internet (cloud).
 
Komponen yang diperlukan untuk membangun komunikasi melalui video call terdiri dari lapisan internet dan aplikasi serta antarmuka pengguna. Pada lapisan aplikasi dan antarmuka pengguna, terdapat kamera dan mikrofon sebagai perangkat inputan gambar dan suara. Inputan ini akan ditransmisikan melalui jaringan internet dengan sebelumnya dikodekan untuk menjadi bit-bit biner yang dapat dilewatkan di jaringan dan diatur dengan standar protokol yang digunakan.Untuk komponen yang membangun komunikasi dengan video call dapat dilihat di gambar berikut.

Aplikasi dan Interface

Komunikasi melalui internet tentunya membutuhkan aplikasi yang dapat menjadi antarmuka pengguna dengan komputer seperti penjelajah web (web browser), atau aplikasi yang menyediakan fitur video call, seperti Yahoo! Messenger, BeeMessenger, Skype dan lain sebagainya. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat diunduh secara gratis maupun berbayar di internet dan penggunaannya pun saat ini sangat luas dari kepentingan pribadi sampai kepentingan bisnis.
 
Video Call melalui telepon seluler
Sekarang, manusia cenderung mobile dan dinamis dalam aktivitas dan kegiatannya. Hal ini menyebabkan segala bentuk komunikasi sudah beralih pada komunikasi mobile yang menyebabkan komunikasi maupun akses informasi dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun orang itu berada. Tentunya, hal ini dibarengi dengan perkembangan teknologi wireless atau nirkabel yang lebih fleksibel serta mudah dibangun dan dikonfigurasikan.Teknologi seluler yang merupakan bagian dari teknologi nirkabel telah merambah dari pengiriman suara, data dan akhirnya sampai pada gambar bergerak (video).
Video call melalui telepon seluler sering disalah artikan dengan 3G. 3G adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: third-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada perkembangan teknologi telepon nirkabel (wireless). 3G ini difasilisasi oleh penyelenggara telepon genggam (celluler provider) sedangkan video call adalah panggilan telepon Video yang dapat dilakukan dengan jaringan 3G, sehingga penelepon dan penerima bisa saling bertatap muka.

Perkembangan dan penyebaran video call melalui telepon mulai meluas, Karena hampir semua telepon seluler yang mendukung jaringan UMTS dapat melakukan panggilan video dengan fasilitas kamera yang menjadi perangkat input.

Teknologi
Koneksi
Perkembangan teknologi yang mendukung video call antara lain dari jenis koneksi yang dipakai yaitu :
  • Koneksi ISDN dengan standar ITU H.320; membutuhkan koneksi kecepatan tinggi dengan kabel fiber optic, gambar video sampai dengan 25 fps (frame per second). Alat videophone atau video call ISDN diproduksi oleh perusahaan Tandberg, Sony dan Polycom.
  • Melalui IP (Internet Protocol) dengan standar ITU H.323; membutuhkan koneksi kecepatan tinggi internet. Gambar video bisa sampai 25 fps dengan dengan koneksi internet minimum 256 kbs. Alat videophone atau video call IP diproduksi oleh perusahaan Tandberg, Sony dan Polycom.
  • PSTN dengan standar ITU H.324; dengan koneksi kabel telpon biasa PSTN (Public Switch Telephone System). Gambar video 15 fps dengan koneksi 33,6 kbs. Alat videophone atau video call PSTN ini diproduksi oleh Vialta dengan merek Beamer yang didistribusikan di Indonesia oleh PT HGW.Video call yang paling banyak digunakan diantaranya adalah video call PSTN (H.324) dikarenakan mudahnya pemasangan dan masih terjangkaunya harga alat untuk masyarakat umum. Video call dipastikan akan mewabah di masyarakat dengan hadirnya hubungan seluler3G dan PSTN.
Bandwidth
Persyaratan lain yang perlu diperhatikan dalam melakukan komunikasi melalui video call adalah masalah bandwidth atau kecepatan transmisi data. Semakin kecil bandwidth yang disediakan untuk komunikasi, semakin rendah pula kecepatan transfer data dan kualitas gambar video yang sedang berlangsung juga buruk atau samar. Saat ini, video yang memadai untuk beberapa tujuan menjadi mungkin pada kecepatan data yang lebih rendah dari broadband definisi ITU-T dengan keceparan 768 kbps dan 384 kbps digunakan untuk beberapa aplikasi video conferencing, dan harga terendah 100 kbit per detik digunakan untuk videophones menggunakanH.264/MPEG-4 AVC protokol kompresi. Yang lebih baru MPEG-4video dan kompresi audio-format yang dapat memberikan kualitas video tinggi pada 2 Mbps, pada kabel modem dan ADSL.

Protokol
Video call pada abad ke-20 terbatas pada protokol H.323 (kecuali Cisco SCCP ), tetapi video call baru sering menggunakan SIP , yang sering lebih mudah untuk mengatur jaringan yang bersifat rumahan. H.323 masih digunakan, tapi lebih sering untuk videoconference sedangkan SIP lebih sering digunakan untuk penggunaan pribadi. Sejumlah metode-setup panggilan berdasarkan pesan instan protokol seperti Skype juga sekarang menyediakan video.

Protokol lain yang digunakan untuk video call atau videophone adalah H.324 yang merupakan campuran call setup dan kompresi video. Videophone yang bekerja di saluran kabel telepon biasanya menggunakan protokol ini dan bandwidthnya terbatas oleh modem sekitar 33 kbps. Selain itu ada juga protokol H.320 yang menetapkan persyaratan teknis untuk sistem telepon dan pealatan terminal yang biasa dipakai untuk video conference.

Pemanfaatan
Dengan adanya teknologi video call yang menyebabkan setiap orang dapat berkomunikasi dan seperti bertatap muka langsung. Saat ini pemanfaatan video call tidak hanya untuk kepentingan pribadi saja. Berbagai hal dapat didukung oleh video call sebagai sarana komunikasi real time yang sangat membantu.

  • Bisnis : Dengan adanya video call, individu-individu di tempat yang jauh dan akan mengadakan tatap muka ataupun rapat dapat dilakukan video conference, semacam video call tetapi dalam skala lebih besar.
  • Kesehatan dan obat-obatan :Dengan adanya video call, penanganan medis secara jarak jauh pun dapat dilakukan. Ini biasa dilakukan di daerah terpencil yang sarana pengobatannya tidak begitu baik, sehingga dibutuhkan yang lebih canggih dan professional untuk kasus tertentu. Dengan melakukan komunikasi dan tatap muka, pasien dapat dilihat secara langsung dan real time mengenai gejala penyakitnya.
  • Pendidikan : Dengan adanya teknologi video call, antar siswa ataupun guru dapat saling berdiskusi, berksperimen dan bereksplorasi baik dalam maupun luar negeri tanpa adanya batasan tempat dan waktu.
  •  Politik : Teknologi video call dapat membantu para politisi dalam bernegosiasi, berdiskusi, ataupun bahkan berkampanye baik dalam atau luar negeri.
  • Pertahanan : Dengan adanya teknologi video call, dapat memudahkan para prajurit untuk mendapatkan informasi seperti strategi, pemantauan keadaan teritorial pertahanan, data rahasia, dan lain-lain dalam mempertahankan negara.
  • Pertemanan : Dengan adanya teknologi video call, para pengguna telekomunikasi dapat dengan mudah melihat  secara langsung (real time) keadaan/kondisi atau situasi pengguna telekomunikasi yang dihubungi sehingga dapat menambah rasa pertemanan dan mempererat tali persaudaraan.
Kesimpulan
Dari uraian pembahasan yang telah dijelaskan di atas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
  • Video call muncul dengan nama mula videophone yang merupakan kelanjutan dari perkembangan teknologi telepon kabel yang diintegrasikan dengan pengiriman data berupa gambar. Seiring perkembangan teknologi, video call sekarang dapat digunakan melalui jaringan IP atau internet ataupun 3G yang merupakan kemajuan dari teknologi wireless.
  • Perangkat yang dapat digunakan untuk membangun video call dapat terdiri dari dua kategori. Untuk video call melalui internet, dibutuhkan audio input, audio output, video input, video output, alplikasi untuk antarmuka pengguna dan device yang terkoneksi jaringan internet. Sedangkan untuk video call dengan pemanfaatan teknologi 3G, telepon seluler yang mendukung UMTS dan dilengkapi dengan kamera sudah dapat digunakan untuk membangun komunikasi via video call.
  • Pemanfaatan video call saat ini tidak hanya untuk kepentingan pribadi saja, kepentingan bisnis, kesehatan, pendidikan, politik, pertahanan, dan pertemanan juga dapat memanfaatkan video call untuk mendukung komunikasi yang real time.

 

http://itoftiar.blogspot.com/2010/07/teknologi-video-call.html

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s