Mengapa Windows lebih rentan virus

Ada beberapa alas an mengapa system operasi Windows lebih rentan terhadap virus ketimbang system operasi lain khususnya open source . Berikut alasannya :

Banyak kalangan berpendapat bahwa virus di Windows adalah sistem operasi yang paling banyak digunakan. Sedangkan pangsa pasar Mac OS X dan Linux (Open Source) sangatlah jarang .Bagi orang awam ,mendengar kata Mac OS X atau Linux (atau Open Source) saja sudah merupakan hal yang asing. Dan dilihat dari “para calon korban” yang tidak begitu menguntungkan ,sehingga hal ini menyebabkan para pembuat virus “tidak tertarik” untuk membuat virus di Mac OS X dan Linux.
Menurut saya ,hal itu tidak sepenuhnya benar. Pada dasarnya virus ada bukan hanya karena ulah para programmer (nakal) tetapi juga dari segi kesempatan atau celah keamanan pada suatu sistem operasi maupun suatu aplikasi itu sendiri. Ditambah ada faktor-faktor psikis dan kebutuhan pada suatu organisasi atau perseorangan yang menyebabkan para pembuat virus itu ada .

  1. Celah keamanan pada suatu system operasi

Ada beberapa fitur penunjang yang berguna bagi para user yang terdapat di Windows ,yang justru menjadi boomerang. Fitur-fitur tersebut seperti pada aplikasi Microsoft Office yaitu  Visual Basic for Application yang memiliki akses seluas-luasnya terhadap aplikasi Microsoft Office bahkan system operasi ,kedua adanya fungsi VBA ketika file DOC/XLS dibuka . Kemudian celah yang berbahaya lainnya yaitu system Autorun pada media removable seperti flashdisk , hardisk ,atau CD . Para programmer (nakal) melihat ini sebagai celah yang paling strategis untuk meng”eksekusi” suatu system di dalam system operasi. Kebanyakan virus terutama lokal banyak memanfaatkan fitur ini sebagai “lorong terbuka” untuk dapat menyebarkan virusnya.

Bagaimanapun, Windows (hingga Windows Me) berbasis kernel DOS yang nenek moyangnya berasal dari sebuah file : IO.SYS pada root directory. Kernel ini berfungsi menjembatani antara hardware aplikasi yang hendak memanfaatkan hardware. Interrupt 13 sebagai fungsi baca/tulis pada Kernel berbasis DOS. Sebuah virus (maupun file EXE apapun) dapat mencegat fungsi interrupt 13 ini sebagai lahan untuk penyebaran  virus. Sebagai gambaran ,ketika Word melakukakn Save ke harddisk ,si virus menangkap perintah save ini dan sebelum ditulis ke harddisk , si virus menempelkan dulu dirinya ke file itu agar kelak ketika dibuka virusnya hidup kembali.

Master Boot Record adalah titik krusial dimana sebuah system operasi memulai pekerjaannya. Anehnya pada system operasi Windows , perubahan pada MBR ini begitu mudah dilakukan. Banyak sekali virus yang berdiam dan beraktivitas di MBR. Contohnya virus varian V-sign.

Sistem permission yang dimiliki masih kurang dominan. Root Windows (administrator di windows) sebagai pengendali utama (user)yang memiliki akses penuh atas perubahan system didalam komputer. Didalam Linux (dan Windows vista / Windows 7) sudah memperkuat system permission mereka sehingga semakin sulit virus memasuki system komputer mereka tanpa seizin user.

Sekuriti Windows memang lemah. Oleh karena itu Windows dari dulu hingga sekarang terus kewalahan menghadapi virus. Faktanya, virus yang menyebar seantero dunia di dunia Windows adalah memang karena arsitektur Windowsnya rentan “dijahili”. Oleh karenanya Windows biasanya selalu menganjurkan untuk update OS agar bug-bug yang “bolong” bisa ditambal dan lain-lain. Namun periode waktu melakukan update-annya pun tidak tentu (belum tentu satu minggu sekali), ironisnya si pembuat virus selalu melakukan penyerangan setiap hari.

Lalu bagaimana dengan MAC OS ? Pada umumnya para pengguna MAC OS adalah kalangan atas dan menengah-keatas (pengguna masih sedikit). Dengan harganya yang bisa dibilang “wah” ,MAC OS pun tidak “basa-basi” soal keamanan . MAC OS dirancang dengan security oriented, sehingga tidak diganggu oleh serangan konstan dari PC virus dan malware .Namun tidak juga memberatkan dan memperlambat anda dengan peringatan keamanan konstan dan interupsi lainnya. Oleh karena itu MAC OS di kenal sebagai piranti yang powerfull and smooth. Si pembuat virus pasti juga akan berpikir dua kali untuk mengusik system operasi ini.

  1. Para pembuat virus hanya berniat “menegur”

Kendala lain yang banyak di keluhkan pengguna komputer dari dulu hingga saat ini adalah biaya lisensi dari sebuah system operasi khususnya Windows masih terbilang cukup mahal. Untuk sebuah system operasinya saja bisa memakan tujuh digit angka rupiah . Itu hanya untuk sebuah system operasinya saja, belum untuk perangkat pendukung produktivitasnya seperti Microsoft Office yang bahkan mendekati tujuh digit angka Rupiah .Oleh karenanya banyak yang menggunakan software bajakan sebagai “jalan keluarnya”.  Sebenarnya pemilik Windows telah menyesuaikan digit-digit tersebut dengan jerih payah dalam pembuatan system operasi yang bisa dibilang sangat rumit. Sebuah system operasi yang dirancang harus diverifikasi oleh beratus-ratus ahli programmer dan juga tidak dalam waktu yang singkat. Windows biasanya meng-upgrade OS-nya kurang lebih dua tahun sekali.

Bisa dibayangkan ,siapa saja yang dapat menggunakan komputer dengan system operasi berlisensi di dunia ini(khususnya di Indonesia). Namun apakah virus berasal dari pemakai Linux ? tidak juga. Ada sebagian besar alas an para pembuat virus membuat virus adalah untuk melindungi hak ciptanya. Mereka pun tidak mau rugi oleh ulah para pembajak hak cipta , sehingga mereka memberikan “efek samping”nya .Namun tetap saja ,system operasi yang berlisensi pun (justru) berpeluang (makin) besar  akan terserang virus. Untuk Linux , mereka dengan senang hati untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan untuk para pengguna software mereka, tanpa harus memberikan “efek samping” , karena “hak cipta” mereka adalah milik para pengguna Linux itu sendiri .

  1. Tak kenal maka tak sayang

Setelah diketahui cara atau jalur masuk virus di komputer kita ,alangkah baiknya juga kita memahami yang mana virus baik atau bukan. Tidak semua virus yang ada di komputer kita adalah virus jahat. Contohnya ada virus yang berkemampuan untuk memberikan informasi ,  memeriksa suatu file, mengingatkan user akan suatu hal (misal permintaan update software  atau pengingat waktu sholat [shollu]) seperti Trojan dan logic bomb.

Walaupun system operasi tersebut memiliki system permission seperti pada Linux , juga pada Windows vista dan Windows 7 dengan UAC (User Account Control)-nya  ,virus masih berpeluang masuk . Semua kembali pada user . Sang user harus teliti software apa yang akan digunakannya ,siapa sumbernya ,lalu apakah software tersebut dapatmerusak system atau tidak. Pepatah mengatakan pencegahan lebih baik dari pada menginstal ulang.

Referensi :

http://blog.ub.ac.id/libieypratamajp/2011/05/07/os/

IlmuKomputer.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s