Manusia Dan Keadilan

MANUSIA DAN KEADILAN

Kasus Susno Duadji

Mungkin sekarang ini kita sering mendengar dan melihat atau bahkan mengalami ketidakadilan ,dimana orang menuntut keadilan yang dianggap itulah hal yang pantas diterima olehnya . Seseorang akan berusaha untuk selalu menuntut keadilan akan hak dan kewajibannya . Oleh karena itu ,banyak filsuf-filsuf dunia tertarik untuk membahasnya . Keadilan menurut Socrates adalah kelayakan dalam tindakan manusia . Kelayakan diartikan sebagai titik tengah di antara  ke dua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit .Bila kedua orang tersebut mempunyai  kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan maka ,masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama .Kalau tidak sama ,maka masing-masing orang akan menerima bagian yang tidak sama ,sedangkan pelanggaran terhadap proporsi tersebut berarti ketidak adilan .

Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri ,dan perasaannya dikendalikan akal .Lain dengan Socrates yang memproyeksikan keadilan pada pemerintahan .Menurut Socrates ,keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintahan sudah melaksanakan tugasnya dengan baik .Lalu mengapa pemerintah ,sebab pemerintah adalah pemimpin pokok dalam menentukan pembentukan dinamika masyarakat .Kong Hu Cu mempunyai pendapat lain ;keadilan terjadi apabila anak sebagai anak ,ayah sebagai ayah ,raja sebagai raja ,masing-masing telah melaksanakan kewajibannya .Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang  sudah diyakini atau telah  disepakati .

Berdasarkan kesadaran etis ,masing-masing individu diminta untuk tidak hanya menuntut hak dan lupa akan kewajibannya .Jika kita hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban maka sikap tersebut akan mengacu kepada sifat pemerasan dan memperbudak individu lain .Sebaliknya pula jika setiap individu hanya menjalankan kewajibannya dan lupa akan hak ,maka kita akan mudah untuk diperbudak atau diperas individu lain .

KEADILAN SOSIAL

Pasti tentu kita ingat dasar Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila ,yang pada sila ke-5 berbunyi ,”Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Dalam Dokumen Lahirnya Pancasila diusulkan oleh Bung Karno adanya prinsip kesejahteraan sebagai salah satu dasar negara .Selanjutnya prinsip itu dijelaskan sebagai prinsip “tidak ada kemiskinan didalam Indonesia merdeka”.Dari usul dan penjelasan itu Nampak adanya pembauran antara pengertian kesejahteraan dan keadilan .Tetapi tidak itu saja ,keadilan sosial dapat mencakup ke dalam bidang-bidang yang lebih luas seperti hukum,ekonomi ,politik ,dan kebudayaan .

Dalam ketetapan MPR RI NO.II/MPR/1978 tentang pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila(ekaprasetia pancakarsa) dicantumkankan ketentuan sebagai berikut :

Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia .”

Untuk mewujudkan keadilan sosial itu ,diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk ,yakni :

1)    Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan .

2)    Sikap adil terhadap sesama ,menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati karya orang lain .

3)    Sikap suka memberikan pertolongan kepada sesama yang membutuhkan .

4)    Sikap suka bekerja keras

5)    Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama .

6)    Sikap untuk menyadari bahwa di antara yang terbatas ,pasti ada yang tidak terbatas (ber-KeTuhanan Yang Maha Esa) .

Ada beberapa asas yang menuju dan terciptanya keadilan sosial itu akan dituangkan  dalam berbagai langkah dan kegiatan ,antara lain melalui delapan pemerataan ,yaitu :

1)    Pemerataan  pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khususnya pangan,sandang ,papan .

2)    Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan .

3)    Pemerataan pembagian pendapatan .

4)    Pemerataan kesempatan kerja .

5)    Pemerataan kesempataan berusaha .

6)    Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya generasi muda dan kaum wanita .

7)    Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh tanah air .

8)    Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan .

MACAM-MACAM KEADILAN

A) Keadilan legal atau keadilan moral

Banyak orang yang ingin mendapat kenyamanan dan kenikmatan untuk diri sendiri digapai dengan menyengsarakan ,menyusahkan ,mencelakai ,bahkan membinasakan orang lain .Dapat dipastikan orang yang melakukan perbuatan tersebut adalah orang yang kehilangan  kesadaran . Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat  yang membuat dan menjaga kesatuannya .Keadilan erat kaitannya dengan ketaqwaan seseorang terhadap Tuhan .

Di dalam masyarakat keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberikan tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat .Keadilan dalam masyarakat  terwujud bilamana setiap anggota melakukan fungsinya secara baik menurut kemampuannya .Dengan kata lain ,sesuatu akan membuahkan hasil yang baik jika di tangani oleh orang yang berpengalaman/ahlinya .

B) Keadilan Distributif

Seorang filsuf ,Aristoteles berpendapat bahwa keadilan bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama sedangkan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama .Sebagai contoh ,Doni telah bekerja selama 10 tahun dan Eko 5 tahun .Saat akan diberikan hadiah ,Doni mendapatkan hadiah harus lebih besar daripada Eko sesuai dengan lama waktunya bekerja .Akan tetapi bila hadiah Doni dan Eko sama ,justru hal tersebut tidak adil .

C) Keadilan Komutatif

Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban dan kesejahteraan dalam masyarakat .Dimana keadilan memberikan hak yang sama kepada setiap orang ,tanpa membedakan jenis kulit(ras) ,jenis kelamin(gender) ,umur ,dan lain-lain .Sebagai contoh ,seorang keturunan bangsawan dahulu tidak boleh berinteraksi atau menikahi seorang yang berkasta lebih rendah .Tetapi demi terjalinnya tali persaudaraan dan ketertiban dalam masyarakat ,peraturan itu pun mulai dibaurkan .

D) KEJUJURAN

Kejujuran atau jujur adalah suatu perkataan atau perbuatan yang diekspresikan sesuai hati nurani dan dengan kenyataan yang ada .Sedangkan kenyataan yang ada adalah kenyataan yang benar-benar ada .Jujur berarti seseorang yang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum .Untuk itu ,kejujuran dituntut untuk satu kata dan perbuatan ,yang diartikan bahwa apa yang dikatakannya sesuai dengan perbuatannya .Oleh sebab itu ,jujur bisa berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir pada kata-kata atau pun yang masih di dalam hati nuraninya  dalam bentuk kehendak ,harapan dan niat .Seseorang yang tidak menepati niatnya berarti membohongi diri sendiri .Apabila niat telah terlampir pada kata-kata ,namun tidak ditetapinya ,maka kebohonganya akan disaksi orang lain .

Sikap jujur perlu dipelajari dan dilatih oleh setiap orang .Sebab kejujuran  mewujudkan keadilan ,sedang keadilan menuntut kemuliaan abadi ,dan jujur memberikan keberanian dan ketentramanan hati ,serta dapat menyucikan lagi membuat luhurnya budi pekerti .Seseorang mustahil memeluk agama dengan sempurna ,apabila lidahnya tidak suci .Dan teguhlah pada kebenaran ,sekalipun kejujuran itu membawa kerugian ,serta janganlah berdusta ,sekalipun dusta itu membawa keuntungan .

Pada hakekatnya jujur atau kejujuran di landasi oleh kesadaran moral yang tinggi ,kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban ,serta rasa takut pada kesalahan atau dosa .Berbagai hal yang menyebabkan seseorang berkata tidak jujur ,mungkin karena sosial ekonomi ,terpaksa ingin populer , karena sopan santun dan atau untuk mendidik ..Bagi seniman kejujuran dan ketidakjujuran akan menambah inspirasi dan kreativitas karyanya .Karena dengan mengkomunikasikan yang sebaliknya orang akan terangsang untuk berbuat lebih jujur .Untuk mempertahankan kejujuran ,berbagai cara dan sikap perlu ditempa . Namun demi sopan santun dan pendidikan  ,orang diperbolehkan berkata tidak jujur sampai pada batas-batas yang dibenarkan .

E) KECURANGAN

Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran ,dan sama dengan licik ,walaupun tidak serupa benar .

Kecurangan atau curang adalah cara untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan dengan menggunakan jalan pintas atau tanpa usaha atau dengan bantuan dari luar .Kecurangan menyebabkan seseorang menjadi tamak ,iri ,dengki dan serakah .Kecurangan diduga disebabkan oleh lima aspek ,yaitu aspek ekonomi ,aspek peradaban ,aspek sosial ,aspek kebudayaan ,aspek teknik .

F) PEMULIHAN NAMA BAIK

Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup .Setiap orang akan menjaga dengan hati-hati agar nama baiknya tetap baik .Penjagaan nama baik erat kaitannya dengan tingkah laku atau perbuatannya .Yang dimaksud dengan tingkah laku  dan perbuatan itu adalah cara berbicara ,cara bergaul ,sopan santun ,cara menghadapi orang ,disiplin pribadi ,perbuatan-perbuatan yang dihalalkan oleh agama dan lain sebagainya .

Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia sebagai makhluk moral .Dan pada hakekatnya ,pemulihan nama baik adalah kesadaran seseorang akan segala kesalahannya ,bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan moral dan tidak sesuai dengan akhlak .

Akhlak berasal dari bahasa arab yaitu akhlaq ,bentuk jamak dari khuluq dan dari akar akhlaq yang berarti penciptaan .Oleh sebab itu ,tingkah laku atau perbuatan manusia haruslah sesuai dengan kodratnya yaitu sebagai manusia .Maka dari itu ,orang harus bertingkah laku dan berbuat sesuai dengan akhlak yang baik .

Ada tiga macam godaan ,di antaranya derajat/pangkat ,harta dan wanita atau pria .Apabila manusia tidak dapat mengontrol hawa nafsunya ,maka ia akan jatuh ke jurang kenistaan karena untuk memiliki derajat/pangkat ,harta dan wanita atau pria dengan cara yang tidak wajar .Jalan itu ialah mencuri ,merampok ,menipu ,fitnah ,suap ,dan menempuh jalan yang diharamkan .

Adapun godaan halus ,yang dalam bahasa jawa ;adigang ,adigung ,adiguna ,yaitu membanggakan kekuasaan ,kebesarannya dan kepandaiannya .Semua itu mengandung arti kesombongan .

Hawa nafsu dan angan-angan bagaikan sepucuk daun dan aliran sungai .Hawa nafsu yang tidak tersalurkan melalui sungai yang baik dan benar ,manusia akan terjerumuskan dan tersangkut pada muara dosa .

Untuk memulihkan nama baik ,manusia harus bertaubat dan meminta maaf .Diperlukan niat-an yang sangat kuat dari dalam hati nurani manusia tersebut .Dia harus bersungguh-sungguh untuk dapat membuktikan kesungguhannya itu .Tidak hanya di lisan ,melainkan harus dengan bertingkah laku sopan santun ,ramah ,yang berbudi darma memberikan pertolongan dan kebaikan kepada sesama manusia yang membutuhkan pertolongan dengan kasih sayang ,ikhlas tanpa pamrih ,tawakal ,jujur ,adil ,berbudi luhur dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa .

G) PEMBALASAN

Pembalasan adalah suatu tindakan melakukan hal yang serupa ,perbuatan yang seimbang ,tingkah laku yang serupa ,dan seimbang .

Sebagai contoh ,si A memberikan makanan pada si B ,di lain kesempatan si B memberikan minuman kepada si A ,dan ini merupakan sebagai pembalasan .

Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan akan mengadakan hari pembalasan .Bagi yang bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan setimpal ,yaitu surga .Bagi yang mengingkari perintah Tuhan akan diberikan pembalasan yang seimbang pula ,yaitu neraka .

Pembalasan merupakan semua timbal balik dengan apa yang telah kita berikan .Seperti menanam sebuah tanaman berbunga atau berbuah ,kita akan memetik hasilnya sesuai dengan apa yang telah kita berikan .Sebaliknya ,jika kita tidak dengan ikhlas memberi yang baik ,maka hasilnya tidak akan baik pula .

Pada dasarnya manusia adalah manusia moral dan manusia sosial .Dalam bergaul ,manusia harus mematuhi norma-norma untuk dapat mewujudkan moral tersebut .Bila manusia berbuat amoral maka lingkungan pun akan membalasnya .

Kita akan mengambil sebuah contoh kasus menyangkut artikel ini .Kasus itu adalah kasus yang sudah tidak asing lagi di telinga kita .Kasus Markus (Makelar kasus) dan Susno Duadji ,dimana sering kita lihat beritanya di televisi dan surat kabar lainnya .

Dalam kasus Susno Duadji dan semua instansi terkait harus bersikap dengan seadil-adilnya .Keadilan disini tidak boleh adanya sikap suatu pembalasan dendam ,memihak ,dan atau dengan perasaan emosi .Susno sebagai pihak tergugat mungkin ingin menyatakan kejadian dengan yang sebenar-benarnya .Di dalam diri Susno Duadji pun pasti terjadi konflik batin .Lalu apa yang membuat Bapak Susno Duadji berani menyatakan bahwa dirinya itu tidak bersalah ? Pasti Pak Susno memiliki alasan yang sangat kuat dan memiliki keyakinan bahwa di antara keadilan dunia pasti ada keadilan yang bersifat dengan sangat hakiki ,yaitu keadilan Allah SWT .Beliau mungkin merasa dan meyakini bahwa walaupun sekarang ini beliau ditangkap karena benar terbukti bersalah atau pun karena beberapa pihak yang merasakan dirugikan karena pernyataannya ,beliau tetap tegar .Karena bahwa keadilan yang didasari dengan ketaqwaan kepada Allah SWT-lah yang akan membuktikannya .

Sekian dari kami ,apabila ada kesalahan dalam kata-kata atau pun maksud yang kurang berkenan ,kami mohon maaf sebesar-besarnya .Terima kasih .

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s