Tahap – tahap dalam Audit Teknologi Sistem Informasi

  1. Tahap Pemeriksaan pendahuluan

Sebelum auditor menentukan sifat dan luas pengujian yang harus dilakukan, auditor harus memahami bisnis auditi (kebijakan, struktur organisasi, dan praktik yang dilakukan). Setelah itu, analisis resiko audit merupakan bagian yang penting dan berusaha untuk memahami pengendalian terhadap transaksi yang diproses oleh aplikasi tersebut. Pada tahap ini pula auditor dapat memutuskan apakah audit diteruskan atau mengundurkan diri dari penugasan audit.

       2.  Tahap Pemeriksaan Rinci

Pada tahap ini auditnya berupaya mendapatkan informasi lebih mendalam untuk memahami pengendalian yang diterapkan dalam sistem komputer klien. Auditor harus dapat memperkirakan bahwa hasil audit pada akhirnya harus dapat dijadikan sebagai dasar untuk menilai apakah struktur pengendalian intern yang diterapkan dapat terpercaya atau tidak. Kuat atau tidaknya pengendalian tersebut akan menjadi dasar bagi auditor dalam menentukan langkah selanjutnya.

          3. Tahap Pengujian Kesesuaian

Dalam tahap ini, dilakukan pemeriksaan secara terinci saldo akun dan transaksi Informasi yang digunakan berada dalam file data yang biasanya harus diambil menggunakaan software CAATTs(Computer Assisted Audit Tools and Techniques). Dengan kata lain, CAATTs digunakan untuk mengambil data untuk mengetahui integritas dan kehandalan data itu sendiri.

4. Tahap Pengujian Kebenaran Bukti

Tujuan pada tahap pengujian kebenaran bukti adalah untuk mendapatkan bukti yang cukup kompeten. Pada tahap ini, pengujian yang dilakukan adalah (Davis at,all. 1981) :

  1. Mengidentifikasi kesalahan dalam pemrosesan data
  2. Menilai kualitas data
  3. Mengidentifikasi ketidakkonsistenan data
  4. Membandingkan data dengan perhitungan fisik
  5. Konfirmasi data dengan sumber-sumber dari luar perusahaan.

        5. Tahap Penilaian Secara Umum atas Hasil Perjuangan

Pada tahap ini auditor telah dapat memberikan penilaian apakah bukti yang diperoleh dapat atau tidak mendukug informasi yang diaudit. Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar bagi auditor untuk menyiapkan pendapatannya dalam laporan auditan.

Auditor harus mengintergrasikan hasil proses dalam pendekatan audit yang diterapkan audit yang diterapkan. Audit meliputi struktur pengendalian intern yang diterapkan perusahaan, yang mencakup :

(1)    Pengendalian umum

(2)    Pengendalian aplikasi, yang terdiri dari :

(a)    Pengendalian secara manual

(b)   Pengendalian terhadap output sistem informasi , dan

(c)    Pengendalian yang sudah diprogram

Referensi :

elearning.amikom.ac.id

https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:1XNAS0Do2k0J:elearning.amikom.ac.id/index.php/download/materi/555116-ST109-2/2010/10/20101029_BAB_1_AUDIT_baru.doc+tahap+audit+sistem+informasi&hl=en&pid=bl&srcid=ADGEESjWLEvWakeroShHOSu4tzoH_LXpX7gOliRr0pAoJGXtBjd6wuvDoMa91FA5adbjG1Z0VNyXjpx6ugZmHNS3-mX7INjUg5DfbpXpUny909fSYswaYUOfUS1G08t5NtfIGHvUoi4j&sig=AHIEtbRDRAGOsucc72tXyXJpLXLNHPJFRw

Leave a comment

Filed under Programming

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s