Manfaat Jalan Kaki

Manfaat Jalan kaki

Berjalan kaki adalah salah satu olahraga yang sangat murah ,sangat mudah , dan juga kaya akan manfaat. Kenapa bisa sangat murah dan mudah ? olahraga berjalan kaki dapat di lakukan menggunakan sepatu bukan sandal ( apalagi sandal jepit ) atau tanpa sepatu kapan saja ,dimana saja. Berjalan kaki tanpa sepatu atau alas kaki lebih baik daripada dengan menggunakan alas kaki .Hal ini dikemukakan oleh beberapa ahli akupuntur bahwa dengan adanya tekanan-tekanan di bawah telapak kaki dapat memperlancar aliran peredaran darah di seluruh tubuh dan dapat memulihkan organ-organ tubuh yang tidak berjalan dengan maksimal .Namun ,harus juga memerhatikan kondisi jalannya. Tidak perlu khawatir oleh benda-benda asing yang berada di jalanan ,di beberapa taman kota di sediakan batu-batu yang sengaja disusun setapak untuk area refleksi . Namun jika tidak ada , kita bisa juga berjalan di aspal di pagi hari tapi tetap  kita harus memerhatikan setiap pijakan kaki kita. (catatan : jika anda ingin berjalan tanpa alas kaki, disarankan tetap menjaga kebersihan kuku dan kaki Anda)

Berjalan kaki di waktu-waktu fajar ( 04.00-09.00) dan sore hari ( 16.00-18.00) bisa dikatakan waktu yang tepat untuk melakukan olahraga khususnya berjalan kaki / bisa juga olahraga-olahraga ringan sampai dengan berat lainnya . Di karenakan pada waktu-waktu tersebut udara di sekitar masih mengandung banyak oksigen murni  yang dihasilkan tumbuh-tumbuhan dan pepohonan yang sangat baik di konsumsi oleh tubuh ditambah panas sinar matahari pada waktu-waktu tersebut dapat membantu tubuh untuk memproduksi vitamin D yang berguna untuk mengoptimalkan penyerapan kalsium pada tulang .

Implementasi dalam berjalan kaki bisa di kategorikan sebagai olahraga atau hanya kebutuhan semata , misalnya seperti pergi ke suatu tempat yang hanya berjarak belasan meter atau karena memang dengan alasan efisien lainnya. Olahraga berjalan kaki dapat dilakukan sendiri atau Anda dapat mengajak teman .Untuk kebanyakan orang , berjalan kaki (khususnya sendirian) merupakan sesuatu yang membosankan dan juga membuang banyak waktu atau bisa juga dapat membuang tenaga . Mungkin itu berlaku bagi beberapa orang yang kata anak zaman sekarang “ababil” atau “abg-abg labil” (..ada-ada saja, just kiding). Tetapi jika anda benar-benar merasa “mati gaya”  akan hal barusan , anda dapat membawa gadget anda atau iPod dengan tujuan menghilangkan bete (malah jadi olahraga mahal..).

Namun di balik semua itu terdapat manfaat yang sangat luar biasa . Berikut ini akan di bahas tentang manfaat-manfaat berjalan kaki .

Sembilan manfaat yang dapat diperoleh dari aktivitas jalan kaki.

(1) Serangan Jantung.

Pertama-tama tentu menekan risiko serangan jantung. Kita tahu otot
jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner
yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah
yang lebih deras dan lancar. Berjalan kaki tergopoh-gopoh memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup.
Bukan hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih
menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu. Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antarsel darah yang bisa berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang.
Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons
penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki
tergopoh-gopoh. Tidak banyak cara di luar obat yang dapat meningkatkan kadar HDL selain dengan bergerak badan. Berjalan kaki tergopoh-gopoh tercatat mampu menurunkan risiko serangan jantung menjadi tinggal separuhnya.

(2). Stroke.

Kendati manfaat berjalan kaki tergopoh-gopoh terhadap stroke
pengaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner, beberapa studi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tengok saja bukti alami nenek-moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan berjalan kaki setiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Salah satu studi terhadap 70 ribu perawat (Harvard School of Public Health) yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga.

(3). Berat badan stabil.

Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolisme
tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas
berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh
meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak
terjadi.

(4). Menurunkan berat badan.

Ya, selain berat badan dipertahankan stabil, mereka yang mulai
kelebihan berat badan, bisa diturunkan dengan melakukan kegiatan
berjalan kaki tergopoh-gopoh itu secara rutin. Kelebihan gajih di
bawah kulit akan dibakar bila rajin melakukan kegiatan berjalan kaki
cukup laju paling kurang satu jam.

(5). Mencegah kencing manis.

Ya, dengan membiasakan berjalan kaki melaju sekitar 6 km per jam,
waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah
berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh
gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases).
Sebagaimana kita tahu bahwa kasus diabetes yang bisa diatasi tanpa
perlu minum obat, bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin
berkala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak
badan (brisk walking), obat tidak diperlukan. Itu berarti bahwa
berjalan kaki tergopoh-gopoh sama manfaatnya dengan obat antidiabetes.

(6). Mencegah osteoporosis.

Betul. Dengan gerak badan dan berjalan kaki cepat, bukan saja
otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi agar terbebas dari ancaman osteoporosis. Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsi kalsium, sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman pengeroposan tulang.

(7). Meredakan encok lutut.

Lebih sepertiga orang usia lanjut di Amerika mengalami encok lutut
(osteoarthiris) . Dengan membiasakan diri berjalan kaki cepat atau
memilih berjalan di dalam kolam renang, keluhan nyeri encok lutut bisa
mereda. Untuk mereka yang mengidap encok lutut, kegiatan berjalan kaki perlu dilakukan berselang-seling, tidak setiap hari. Tujuannya untuk memberi kesempatan kepada sendi untuk memulihkan diri. Satu hal yang perlu diingat bagi pengidap encok tungkai atau kaki: jangan keliru memilih sepatu olahraga. Kita tahu, dengan semakin pertambahnya usia, ruang sendi semakin sempit, lapisan rawan sendi kian menipis, dan cairan ruang sendi sudah susut. Kondisi sendi yang sudah seperti itu perlu dijaga dan dilindungi agar tidak mengalami goncangan yang berat oleh beban bobot tubuh, terlebih pada yang gemuk. Bila bantalan (sol) sepatu olahraganya kurang empuk, sepatu gagal berperan sebagai peredam goncangan (shock absorber). Itu berarti sendi tetap mengalami beban goncangan berat selama berjalan, apalagi bila berlari atau melompat. Hal ini yang memperburuk kondisi sendi, lalu mencetuskan serangan nyeri sendi atau menimbulkan penyakit sendi pada mereka yang berisiko terkena gangguan sendi.

Munculnya nyeri sendi sehabis melakukan kegiatan berjalan kaki, bisa
jadi lantaran keliru memilih jenis sepatu olahraga. Sepatu bermerek
menentukan kualitas bantalannya, selain kesesuaian anatomi kaki.

Kebiasaan berjalan kaki tanpa alas kaki, bahkan di dalam rumah
sekalipun, bisa memperburuk kondisi sendi-sendi tungkai dan kaki,
akibat beban dan goncangan yang harus dipikul oleh sendi.

(8) Depresi.

Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membantu
pasien dengan status depresi. Berjalan kaki tergopoh-gopoh bisa
menggantikan obat antidepresan yang harus diminum rutin. Studi ihwal
terbebas dari depresi dengan berjalan kaki sudah dikerjakan lebih 10
tahun.

(9). Kanker juga dapat dibatalkan muncul bila kita rajin berjalan kaki, setidaknya jenis kanker usus besar (colorectal carcinoma).

Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga
buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh
tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan. Studi lain juga
menyebutkan peran berjalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara.

Beberapa tambahan dari manfaat-manfaat berjalan kaki :


(10). Berjalan kaki dapat menurunkan tingkat kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein) atau yang biasa dikenal dengan sebutan kolesterol jahat. Kegiatan ini juga dapat meningkatkan produksi kolesterol HDL (high density lipoprotein).

(11). Berjalan kaki termasuk aktivitas yang berdampak rendah, tak akan memberatkan sendi dan tidak mempengaruhi ataupun meningkatkan risiko terserang osteoarthritis layaknya aktivitas olahraga lainnya.

(12). Berjalan dapat mengurangi risiko dari berbagai gangguan kesehatan.

(13). Menurunkan tekanan darah, memperkuat sistem kardiovaskuler, mengurangi faktor risiko untuk perkembangan, dan meningkatkan pengelolaan diabetes melitus tipe 2.

 Note : Teknik Olahraga berjalan kaki yang benar

Referensi :

 

http://kesehatan.liputan6.com/berita/201103/323227/segudang_manfaat_berjalan_kaki

http://tubuhsehat.blogdetik.com/2009/03/13/manfaat-jalan-kaki-secara-rutin/

 

 


Leave a comment

Filed under Others

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s